Latihan Soal Sifat Koligatif Larutan

1. Suatu larutan urea dalam air mempunyai penurunan titik beku 0,732oC . Bila Kf molal air = 1,86 dan Kb molal air = 0,52, maka kenaikan titik didih urea tersebut adalah……..

2. Kedalam 500 gram air dimasukkan 18 gram glukosa, kemudian ditambahkan lagi sejumlah urea CO( NH2)2.Ternyata larutan ini mendidih pada suhu 100,26 oC. Jika Kb air 0,52oCKg/mol.Tentukan lah berapa gram urea yang ditambahkan.

3. Kelarutan CaCl2  dalam air pada 0oC adalah sekitar 5,4 molal. Jika K f = 1,86, maka penurunan titik beku larutan CaCl0,54 molal adalah…..

4. Dicampurkan 267,9 gram larutan glukosa C6H12O6 yang titik didihnya 100,21oC dengan 767 gran larutan  MgSO4 yang titik bekunya – 0,719 oC. Berapa titik didih larutan campuran ? Kb = 0,52, K f = 1,86

5. Terdapat 500 gram larutan 36 % glukosa C6H12O6 .Pada suhu berapa larutan akan mendidih ? ( Mr C6H12O= 180 ; Kb = 0,52, K f = 1,86.)

6. Naftalen membeku pada suhu 80,1oC. Jika suatu larutan mengandung senyawa dengan Mr = 256  ditambahkan kedalam 100 gram Naftalen,maka larutan itu akan membeku pada suhu 79,24 oC. Tentukan berat senyawa yang ditambahkan tersebut ? K f Naftalen = 6,89.

7. Dalam 750 ml air dilarutkan 17,9 gram campuran urea dan NaOH ( tidak saling bereaksi). Larutan yang terjadi titik didihnya 100,35  oC. Jika Kb air = 0,52.  Berapa gram berat masing-masing zat dalam campuran mula-mula?

8. Suatu larutan glukosa ( Mr = 180 ) bersifat isotonis dengan darah. Jika tekanan osmosis darah adalah 7,65 atm pada suhu 37 oC. Berapakah konsentrasi larutan glukosa tersebut ?      (nyatakan dalam g/ml )

9. Sembilan gram zat nonelektrolit dan 360 g air dicampur, ternyata tekanan uap jenuhnya 40 mmHg. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu yang sama adalah 40,1 mmHg, Mr zat tersebut adalah …..

10. Titik didih larutan yang mengandung 1,5 g gliserin dalam 30 g air adalah 100,28 °C. Tentukan massa molekul relatif gliserin. (Kb air = 0,52 °C/m)

11. Hitunglah titik beku suatu larutan yang mengandung 2 g kloroform, CHCl3 (Mr = 119 g/mol) yang dilarutkan dalam 50 g benzena (Kf benzena = 5,12 °C/m, Tf benzena = 5,45 °C).

12. Hitunglah tekanan uap larutan NaOH 0,2 mol dalam 90 gram air jika tekanan uap air pada suhu tertentu adalah 100 mmHg.

13. Sebanyak 4,8 gram magnesium sulfat, MgSO4 (Mr = 120 g/mol) dilarutkan dalam 250 g air. Larutan ini mendidih pada suhu 100,15 °C. Jika diketahui Kb air 0,52 °C/m, Kf air = 1,8 °C/m, tentukan:
a. derajat ionisasi MgSO4;
b. titik beku larutan.

14. Sebanyak 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume 500 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu 27 °C dan R = 0,082 L atm/mol K.

15. Tekanan osmotik suatu larutan 10 gram asam benzoat, C6H5COOH, dalam benzena adalah 2 atm pada suhu tertentu, larutan 20 gram senyawa binernya (C6H5COOH)2 dalam pelarut yang sama, berapa tekanan osmotik larutan tersebut ?

By hatopik

Bilangan Kuantum

Bilangan Kuantum

Ditulis oleh Budi Utami pada 20-12-2011

Menurut mekanika gelombang, setiap tingkat energi dalam atom diasosiasikan dengan satu atau lebih orbital. Untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital menggunakan tiga bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth, dan bilangan kuantum magnetik (ml atau m) (James E. Brady, 1990).

1. Bilangan Kuantum Utama (n)

Bilangan kuantum utama (n) menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Bilangan kuantum utama mempunyai harga mulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya (bilangan bulat positif) serta dinyatakan dengan lambang (= 1), (= 2), dan seterusnya. Orbital-orbital dengan bilangan kuatum utama berbeda mempunyai tingkat energi yang berbeda secara nyata.

2. Bilangan Kuantum Azimuth (l)

Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulit. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya, yaitu semua bilangan bulat dari 0 sampai (– 1).

3. Bilangan Kuantum Magnetik (ml atau m)

Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Bilangan kuantum magnetik juga menyatakan orientasi khusus dari orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada nilai kuantum azimuth, yaitu semua bilangan bulat mulai dari –l sampai dengan +l, termasuk 0.

4. Bilangan Kuantum Spin (ms atau s)

Sambil beredar mengintari inti, elektron juga berputar pada sumbunya. Gerak berputar pada sumbu ini disebut rotasi. Hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron, yaitu searah atau berlawanan arah jarum jam. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s) yang mempunyai nilai = +1/ 2atau = –1/ 2. Akibatnya satu orbital hanya dapat ditempati oleh maksimum dua elektron, di mana kedua elektron itu haruslah mempunyai spin yang berlawanan, sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan pula. Medan magnet yang berlawanan ini diperlukan untuk mengimbangi gaya tolak-menolak listrik yang ada (karena muatan sejenis).

Dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu:

a. Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya.

b. Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya.

c. Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya.

d. Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: a. Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit spd, dan f. Sedangkan subkulit gh, dan belum terisi elektron. b. Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s; kulit ke-2 mengandung dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit sp, dan d; dan seterusnya.

Pembagian Kulit Kulit dalam Atom

Nomor Kulit Jumlah Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum
Kulit ke-1 (K) s 1 orbital 2 elektron
Kulit ke-2 (L) sp 4 orbital 8 elektron
Kulit ke-3 (M) spd 9 orbital 18 elektron
Kulit ke-4 (N) spdf 16 orbital 32 elektron
Kulit ke-5 (O) spdfg 25 orbital 50 elektron
Kulit ke-6 (P) spdfgh 36 orbital 72 elektron
Kulit ke-7 (Q) spdfghi 49 orbital 98 elektron
Kulit ke-n n buah subkulit n2 orbital 2n2 elektron
By hatopik

Mohon Bantuan Kelas XII

Untuk mengikuti SNMPTN pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Saya minta bantuannya kepada siswa Kelas XII untuk mengunduh File yang ada di halaman TUGAS SISWA. Lalu diisi data NISN yang diambil dari data siswa yang ada di FILE DATA SISWA DENGAN NISN di halaman TUGAS SISWA.  Terima KAsih

By hatopik

Tujuh Fakta Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan di Indonesia Rendah

clickyudhaqirana.wordpress.com

1. PEMBELAJARAN HANYA PADA BUKU PAKET

Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum dari KBK menjadi KTSP. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? TIDAK. Karena pembelajaran di sekolah sejak jaman dulu masih memakai KURIKULUM BUKU PAKET. Sejak era 60-70an, Pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Apapun kurikulumnya, guru hanya mengenal buku paket. Materi dalam buku paketlah yang menjadi “ACUAN” pengajaran guru. Sebagian Guru Tidak pernah mencari sumber refrensi lain sebagai acuan belajar.

2. PEMBELAJARAN DENGAN METODE CERAMAH 

Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu, yaitu metode berceramah. Karena berceramah itu mudah dan ringan, tanpa modal, tanpa tenaga, tanpa persiapan yang rumit, Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang diapakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar di kuasai sebagain besar guru. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya? mungkin hanya satu alasannya, yaitu Biaya

3. KURANGNYA SARANA BELAJAR
Sebenarnya, perhatian pemerintah itu sudah cukup, namun masih kurang cukup. Pemerintah yang semangat memberikan pelatihan pengajaran yang PAIKEM (dulunya PAKEM) tanpa memberikan pelatihan yang benar-benar memberi dampak dan pengaruh. Malah sebaliknya, pelatihan metode PAIKEM oleh pemerintah dilaksanakan dengan hanya berupa Ocehan belaka

4. PERATURAN YANG TERLALU MENGIKAT
Ini tentang KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. Namun apa yang terjadi? Karena tuntutan RPP, SILABUS yang “membelenggu” kreatifitas guru dan sekolah dalam mengembangkan kekuatannya. Yang terjadi RPP banyak yang jiplakan (bahkan ada lho RPP dijual bebas, siapapun boleh meniru). Padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Administrasi-administrasi yang “membelenggu” guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrator, sehingga guru lupa fungsi utama lainnya sebagai mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dan lainnya

5. GURU TIDAK MENANAMKAN SOAL “BERTANYA”
Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya sudah diseragamkan. Anak duduk rapi, tangan dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. seolah-olah Anak “Dipaksa” mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang, belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan, untuk mendengarkan guru. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. Siswa tidak dibiasakan bertanya, akibatnya siswa tidak berani bertanya. Selesai mengajar, guru meminta anak untuk bertanya. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja.

6. METODE PERTANYAAN TERBUKA TIDAK DIPAKAI
Salah satu ciri negara FINLANDIA yang merupakan negara ranking pertama kualitas pendidikannya adalah dalam ujian guru memberkan soal terbuka, siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Sedangkan Di Indoneisa? tidak mungkin, guru pasti sudah berfikir, “nanti banyak yang nyontek dong,” begitu kata seorang guru. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka. Soal terbuka seolah-olah beban berat. Mendingan soal tertutup atau soal pilihan ganda, menilainya mudah, begitu kira-kira alasan guru sekarang.

7. FAKTA TENTANG MENYONTEK
Siswa menyontek itu biasa terjadi. tapi, guru tidak akan lelah untuk memperingatkannya, Tapi apakah kalian tahu kalau “guru juga menyontek” ? Ini lebih parah. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru, tes pegawai negeri yang di ikuti guru, menyontek telah merasuki sosok guru. guru aja menyontek apalagi siswanya.

nah… mungkin itulah beberapa sebab yang berakibat pada kemajuan Pendidikan di Indonesia, dan Mohon maaf apabila ada yang merasa tersinggung

http://ardhastres.blogspot.com/2011/02/7-fakta-yang-menyebabkan-mutu.html

By hatopik
Gallery

Acara Reuni Akbar SMANMA 2012

This gallery contains 5 photos.

Untuk pertama kalinya Alumni SMA Negeri 5 Pontianak mengadakan  acara reuni akbar mulai dari angkatan pertama sampai angkatan 2012. Meskipun denga persiapan dan koordinasi yang kurang maksimal tapi acara cukup meriah. Hujan yang cukup deras tidak menghalangi para alumni untuk … Continue reading

By hatopik

Walikota Pontianak Akan Membangun Lapangan Futsal di SMAN 5 Pontianak

kunj walikota

Walikota Pontianak Sutarmidji, SH, M.Hum dalam kunjungannya ke SMA Negeri 5Pontianak beberapa waktu yang lalu menjanjikan akan membangun lapangan futsal standar Nasional. Hal tersebut diungkapkan karena beliau merasakan bahwa di Kecamatan Pontianak Utara sarana penunjang olah raga masih sangat minim. Rencananya lapangan futsal tersebut bukan hanya diperuntukan siswa SMAN 5 saja tapi untuk seluruh siswa di Kec. Pontianak Utara.

Lebih jauh walikota mengharapkan agar pembangunan sarana pendidikan akan terus ditingkatkan, baik peralatan yang menunjang PBM maupun sarana prasarana lainnya. Pemerintah kota Pontianak mengalokasikan dana yang cukup besar untuk perbaikan halaman sekolah di kota Pontianak. Hal ini disampaikan walikota pada saat memberikan kata sambutan di gedung guru pada acara pelantikan pengurus Dewan Kehormatan Guru Kota Pontianak.

By hatopik